Elang Cyber Blog

Be Complete

Listrik

Author : » Date : 3 August 2011 » Category : Elektronika » Tags : , , , » Views : 2940 kali

Hukum Ohm

Seperti yang telah saya bahas diatas bahwa ahli fisika berkebangasaan Jerman yang bernama George Simon Ohm, telah berhasil menemukan hubungan antara besar beda potensial dengan besarnya kuat arus yang mengalir. Pernyataan Ohm yang dikenal dengan nama hokum Ohm berbunyi

Kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial
antara ujung-ujung penghantar itu jika suhu penghantar tetap.

Dari pernyataan Ohm diatas dapat dirumuskan bahwa,

V = I.R

Keterangan :
V = Beda Potensial (volt)
I = Kuat arus (ampere)
R = Hambatan (Ohm)

Hukum Kirchhoff

Pada rangkaian listrik kita dapat menggabungkan beberapa rangkaian sederhana yang disebut dengan rangkaian majemuk. Rangkaian majemuk mengikuti hukum Kirchhof diantaranya yaitu:

1. Hukum Kirchoff I
” Jumlah arus yang menuju (masuk) titik percabangan sama dengan arus yang meninggalkan (keluar) dari titik percabangan ”
sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut,

?iMasuk = ?ikeluar

listrik1

Sebagai contoh perhatikan gambar 3 disamping. Kamu bisa lihat bahwa arus yang berwarna Hijau, aliran arusnya menuju (masuk) titik percabangan dan arus berwarna biru meninggalkan (keluar) dari titik percabangan. Maka dapat kita hitung bahwa

?iMasuk = ?ikeluar

I1 + I2 + I3 = I4 + I5

 

2. Hukum Kirchoff II
” Dalam sebuah rangkaian tertutup jumlah gaya gerak listrik (E) sama dengan jumlah penurunan potensial (i.R)”
sehingga dapat dirumuskan,

?E =?i.R

 

Daya /Power Listrik (W)

Hal lain yang penting setelah besar tahanan (hambatan) adalah besar daya resistor. Daya resistor merupakan kekuatan yang dimiliki oleh resistor dalam menerima kuat arus listrik. Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik. Satuan SI daya listrik adalah watt.

Perumusan matematis daya listrikDaya listrik, seperti daya mekanik, dilambangkan oleh huruf P dalam persamaan listrik. Pada rangkaian arus DC, daya listrik sesaat dihitung menggunakan Hukum Joule, sesuai nama fisikawan Britania James Joule, yang pertama kali menunjukkan bahwa energi listrik dapat berubah menjadi energi mekanik, dan sebaliknya.

P =V.I
Keterangan :
P adalah daya (watt atau W)
I adalah arus (ampere atau A)
V adalah perbedaan potensial (volt atau V)

Sebagai contoh:
15A.2V = 30W
Hukum Joule dapat digabungkan dengan hukum Ohm untuk menghasilkan dua persamaan tambahan

P = (I.R).R = I2.R

atau

P =V.( V/r)= V2/r

Keterangan :
R adalah hambatan listrik (Ohm atau ?).

Sumber : Moch. Choirul Anam.

Kata Kunci Pencarian :

  • listrik
  • LISTIK
Belum ada Komentar.

Tinggalkan Komentar

*
*
-

*